Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS

Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artikel Kabar, Artikel Berita, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, Artikel Berita Wawan cara, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS
link : Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS

Baca juga


Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS

Ilustrasi drone AS (ist)

Kementrian Pertahanan atau Kemenhan menegaskan pengadaan alat pertahanan tidak ditentukan oleh kepentingan pihak luar. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menjelaskan penyediaan alat untuk menjaga kedaulatan negara dilakukan berdasarkan kepentingan maupun kebijakan pemerintah Indonesia.

Rico merespons kabar bahwa Amerika Serikat meminta Indonesia membeli drone pengawasan maritim buatan AS untuk digunakan di perairan dekat Laut Cina Selatan. Dilansir The Straits Times, tuntutan Negeri Abang Sam itu sebagai syarat untuk menurunkan tarif dagang AS.

Rico berujar, Kementerian Pertahanan belum menerima informasi resmi atau penjelasan langsung ihwal laporan media tersebut. “Sampai saat ini, belum terdapat pembahasan khusus mengenai permintaan pembelian drone pengawasan maritim, maupun keputusan yang diambil terkait isu tersebut,” kata Rico melalui jawaban tertulis kepada Tempo, Kamis, 15 Januari 2026.

Rico menerangkan pengawasan wilayah laut merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia. Menurut Rico, dalam pertemuan dengan Duta Besar AS beberapa waktu lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya penguatan kemampuan pengawasan maritim melalui berbagai sarana yang dimiliki.

Pemanfaatan teknologi, termasuk wahana tanpa awak, bisa menjadi salah satu pendukung pengawasan maritim. “Namun, pengadaan alat pertahanan selalu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan kebijakan pemerintah, serta tidak ditentukan oleh kepentingan pihak luar,” ujar Rico.

Rico menekankan Kementerian akan terus memantau perkembangan isu itu dan berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga yang berkaitan sesuai kewenangannya. Ia menyebut Kementerian Pertahanan masih mencermati dan mendalami informasi dari pemberitaan tersebut.

Adapun Indonesia dan AS kini berada pada tahap akhir penyelesaian pembahasan perjanjian dagang dan negosiasi tarif. Menurut dokumen tertanggal 10 Oktober 2025 yang dilihat oleh The Straits Times, AS meminta Indonesia untuk menyesuaikan kembali kebijakannya soal Laut Cina Selatan. Selain itu, AS mensyaratkan Indonesia untuk mengumumkan secara terbuka mengenai pengadaan sistem pesawat tanpa awak yang diproduksi AS “untuk memperkuat keamanan maritimnya”.

   ✈️
  Tempo  


Demikianlah Artikel Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS

Sekianlah artikel Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2026/01/kemenhan-respons-isu-indonesia-diminta.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemenhan Respons Isu Indonesia Diminta Beli Drone Maritim AS"

Posting Komentar