Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artikel Kabar, Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
link : Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Baca juga


Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

  Italia Incar Proyek Pertahanan Rp 25 Triliun https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan RI, Selasa (21/7/2026).

Persetujuan tersebut disahkan setelah lebih dulu mendapat lampu hijau dari Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono menegaskan seluruh fraksi menyepakati usulan tersebut. "Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri," ujar Budi.

Persetujuan hibah mengacu pada surat Menteri Pertahanan Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026 yang mengusulkan penerimaan satu unit kapal induk dari Italia.

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Hendrikus Haris Haryanto menjelaskan, proses hibah bermula dari surat Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense pada 8 Mei 2026 yang kemudian ditindaklanjuti melalui kajian teknis TNI AL.

Menurut Haris, hibah tersebut dinilai mampu mempercepat pengadaan alutsista tanpa membebani APBN sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, bobot sesaran 13.800 ton, dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal itu dapat mengoperasikan helikopter maupun pesawat Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) dengan kapasitas sekitar 550 personel.

"Penerimaan hibah ini memberikan efisiensi besar bagi negara karena mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN, serta siap memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris.

Di balik hibah tersebut, media Italia Infodifesa.it mengungkap alasan yang lebih jauh dibanding sekadar kerja sama pertahanan Italia-Indonesia.

Dalam laporannya pada 11 Maret 2026, kapal yang sebelumnya sempat ditawarkan sekitar 450 juta dolar AS itu disebut menjadi bagian dari paket kerja sama industri pertahanan senilai 1,53 miliar euro atau lebih dari Rp 25 triliun.

Paket tersebut mencakup penjualan enam kapal selam produksi Drass, 24 pesawat latih M-346 buatan Leonardo, hingga pesawat patroli maritim, sementara Fincantieri (perusahaan pembuat kapal asal Italia) juga telah lebih dulu mengamankan kontrak kapal perang dari Indonesia.

Media tersebut juga menyebut nilai sisa Giuseppe Garibaldi diperkirakan hanya sekitar 54 juta euro, jauh lebih kecil dibanding potensi keuntungan industri yang akan diperoleh Italia.

Selain itu, Italia harus mengeluarkan sekitar 5 juta euro per tahun untuk merawat kapal yang sudah tidak dioperasikan, sementara biaya pembongkarannya diperkirakan mencapai 18,7 juta euro.

Kondisi itu membuat opsi hibah dinilai lebih menguntungkan dibanding mempertahankan kapal tersebut di negaranya. Giuseppe Garibaldi sendiri diluncurkan pada 1985 dan pernah menjadi kapal andalan Angkatan Laut Italia dalam berbagai operasi internasional, mulai dari Somalia hingga Libya.

Kapal itu dipensiunkan pada 2024 setelah digantikan kapal generasi baru yang lebih modern. Di Italia, keputusan menghibahkan kapal ini sempat menuai kritik karena sebagian kalangan mengusulkan agar Garibaldi dijadikan museum terapung untuk kepentingan pariwisata.

Di Indonesia, rencana pengoperasian kapal induk bekas berusia sekitar 40 tahun itu juga memunculkan sorotan di DPR.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengingatkan usia kapal yang sudah mendekati batas normal masa pakai berpotensi membebani anggaran operasional TNI AL, mengingat biaya operasional diperkirakan mencapai 5 juta euro per bulan atau sekitar Rp 101 miliar, belum termasuk kebutuhan retrofit yang ditaksir berkisar Rp 7,2 triliun hingga Rp 16,8 triliun.

"Apakah ini tidak membebani anggaran TNI, khususnya TNI AL?" tanya Hasanuddin dalam rapat kerja Komisi I DPR RI.


   afu   


Demikianlah Artikel Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Sekianlah artikel Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2026/07/di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi"

Posting Komentar