Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan

Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artikel Kabar, Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan
link : Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan

Baca juga


Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan

Penulis : Dimaz Akbar
Rabu 13 Desember 2017

Probolinggo,KraksaanOnline.com – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dikukuhkan secara serentak di Aula Bin Hasan Pondok Pesantren HATI Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Rabu (13/12/2017). Pengukuhan ini dipimpin oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh.

Pengukuhan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara pengukuhan MUI Kecamatan serta penyematan tanda anggota MUI secara simbolis. Pengukuhan ini mengambil tema "Kuatkan Aqidah, Rekatkan Ukhuwah dan Tingkatkan Dakwah Menuju Kabupaten Probolinggo Berkah".

Sebelum prosesi pengukuhan dilaksanakan, para pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini menggelar istighotsah bersama yang dipimpin oleh pengurus MUI Kabupaten Probolinggo KH Wasik Hannan.

Pengukuhan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan jajaran Forkopimda, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Abdussomad Buchori, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, para Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh menyampaikan bahwa sesuai hasil Musyawarah Nasional (Munas) di Surabaya, MUI harus melaksanakan program 5 tahunan berupa rapat tertinggi di kecamatan melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) MUI.

"Alhamdulillah pelaksanaan Muscam MUI di 24 kecamatan berjalan dengan mudah karena fasilitasi dari Pemerintah Daerah dan menghasilkan pengurus MUI dalam menjalankan tugasnya amar makruf nahi mungkar," ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menyampaikan bahwa hari ini sudah banyak manusia yang tidak mampu memilah dan memilih antara kepentingan agama dan dunia. “Tatkala sudah diberi rizki oleh Allah SWT lebih dihadapkan pada dua pilihan antara membiayai anak atau merehab rumahnya," katanya.

Menurut Hasan, manusia saat ini lebih banyak memilih merehab rumahnya dari pada membiayai anaknya. Inilah potret zaman hari ini, begitu beratnya tugas dari MUI, tetapi minimal pengurus MUI bisa berbuat di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat hari ini tidak mampu memilih mana yang prioritas dan mana yang wajib. Inilah jihad MUI jangan pernah mencari sensasi dalam dakwah yang ingin masuk media," pungkasnya.

Sedangkan Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Abdussomad Buchori mengharapkan agar para pengurus MUI kecamatan yang sudah dikukuhkan ini mampu bekerja dengan baik. "Semoga Kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten yang utuh antara ulama dan umara mampu berkomunikasi yang baik," katanya.

Menurut Kiai Abdussomad, membangun suatu negara dibutuhkan beberapa pilar. Yakni, ilmunya ulama, hadirnya pemerintah, kedermawanan orang-orang kaya dan dukungan lapisan orang-orang bawah.

"Di Jawa Timur terdapat kurang lebih 800.000 pondok pesantren, 43.000 masjid dan 165.000 musholla. Jumlah ini masih ditambah dengan ratusan kegiatan jamiyah yang bertujuan memperkokoh ukhuwah melalui pendekatan kultural," jelasnya.

Kiai Abdussomad menegaskan bahwa pengurus MUI kecamatan ini sangat luar biasa. Meskipun demikian menjadi pengurus MUI tetap harus bekerja karena MUI tidak digaji. Pengurus MUI itu harus bisa menjadi jembatan antara antara pemerintah dengan masyarakat sehingga perlu memperbanyak membaca literatur.

"Mari kita garap lahan-lahan kita. MUI jangan hanya mempelajari ilmu agama saja, tetapi juga harus memahami semua aturan perundang-undangan. Jangan hanya bicara tetapi juga harus ada bukti. Pengurus MUI juga harus melakukan dakwah dan harus diprogramkan. Tetapi dakwah itu harus dilakukan dengan cara dakwah bil hal," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para pengurus MUI Kabupaten Probolinggo bersama ormas-ormas Islam serta MUI Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini juga membacakan pernyataan sikap dan memohon kepada aparat kepolisian agar segera menutup dan mengosongkan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal Kecamatan Gading.(maz)




Demikianlah Artikel Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan

Sekianlah artikel Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2017/12/pengurus-mui-24-kecamatan-dilantik.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengurus MUI 24 Kecamatan Dilantik Bersamaan"

Posting Komentar