KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU

KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artikel Kabar, Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU
link : KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU

Baca juga


KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU

✈️ Sukhoi TNI AU [TNI AU]

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo berbicara tentang dampak perang Rusia dan Ukraina terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.

Dia mengatakan dampak bukan cuma sekadar terhadap peralatan yang datang dari Rusia.

"Tentunya sedikit-banyak akan mempengaruhi, tidak saja peralatan yang berasal dari sana. Saya rasa seluruh dunia sedang mencermati, sedikit-banyak pasti ada perubahan-perubahan," kata Fadjar di Mabes TNI AU, Jalan Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/3/2022).

Fadjar mengatakan TNI AU telah memiliki stok suku cadang serta perawatan alutsista buatan Rusia. Menurutnya, stok suku cadang sudah dibeli dari beberapa waktu lalu.

"Dalam hal perawatan pesawat, ini kita lakukan tidak jangka pendek. Jadi beberapa suku cadang sudah kita beli dari beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Dia juga mengatakan TNI AU terus mencermati perkembangan kondisi Rusia dan Ukraina.

"Hal yang terjadi Ukraina ini kita terus mencermati perkembangan keadaan di sana. Untuk ke depan kita sama-sama mencermati keadaan," ucapnya. (haf/haf)

 Siapkan Pilot Latihan di Prancis  
Rafale [Dassault]

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto beberapa waktu lalu sepakat membeli 42 unit pesawat tempur generasi 4,5 Dassault Rafale dengan menekan kontrak awal untuk 6 pesawat terlebih dahulu. Terkait hal itu, TNI Angkatan Udara (AU) bakal menyiapkan para penerbang alias pilot.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan saat ini belum ditentukan jumlah pilot untuk jet tempur ini. Namun, kata Fadjar, pihaknya sudah menyiapkan kriteria khusus untuk penerbang jet tempur 'gahar' itu.

"Ini masih kita tindak lanjuti dengan proses yang lain. Karena kita menyiapkan beberapa penerbang tetapi kita belum tentukan jumlahnya. Tetapi secara kriteria kita sudah siapkan dan yang eligible untuk bisa berangkat," kata Fadjar saat jumpa pers di Mabes TNI AU, Jalan Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/3/2022).

Selain itu, Fadjar juga belum bisa menentukan skuadron terkait hal tersebut. Sebab, kata dia, menempatkan satuan udara dinilai cukup kompleks.

"Lalu juga masalah penempatan, tentunya kita tidak akan jauh-jauh dari yang sudah ada dari sekarang. Karena menempatkan satuan udara cukup kompleks, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, kecuali ke depan kita mendapat perintah untuk menggelar dimana kita akan siap," ucapnya.

Lebih lanjut, Fadjar mengatakan rencananya para pilot jet tempur dassault rafale selain akan menjalani latihan di dalam negeri, juga akan menjalani latihan di Perancis.

"Latihannya sendiri kita akan dilaksanakan di Prancis dan di dalam negeri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto mengatakan Indonesia berencana membeli alutsista yang cukup signifikan untuk 'multirole combat aircraft' dengan mengakuisisi 42 pesawat Rafale. Pembelian jet tempur dari Perancis itu diawali dengan menekan kontrak pembelian untuk 6 pesawat lebih dulu.

"Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk 6 pesawat," kata Prabowo di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (10/2).

Prabowo menambahkan, dalam waktu dekat, akan disusul lagi kontrak pembelian untuk 36 pesawat lagi dengan dukungan latihan persenjataan dan simulator-simulator yang dibutuhkan.

Selain itu, kerja sama antara Dassault dan PT DI untuk maintenance, repair, dan overhaul pesawat-pesawat Prancis di Indonesia, seperti Rafale, helikopter Caracal, dan lainnya, termasuk MoU kerja sama di bidang telekomunikasi antara PT LEN dan Thales Group serta kerja sama pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition.

Seusai pertemuan bilateral tersebut, Prabowo dan Florence Parly juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan (research and development) kapal selam antara PT PAL dengan Naval Grup.

"Tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dengan AIP beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan," kata Prabowo. (fas/fas))

  ✈️
detik  


Demikianlah Artikel KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU

Sekianlah artikel KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2022/03/ksau-bicara-dampak-perang-rusia-vs.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KSAU Bicara Dampak Perang Rusia Vs Ukraina ke Alutsista TNI AU"

Posting Komentar