Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama

Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Kabar, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama
link : Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama

Baca juga


Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama


Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama

Opini Bangsa - Kementerian Pendidikan Kebudayaan mengklarifikasi pemberitaan soal adanya rencana penghapusan pendidikan agama seiring akan diterapkannya kebijakan sekolah 8 jam sehari 5 hari sepekan.

"Judul pemberitaan tersebut tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai raker dengan Komisi X tadi siang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa, (13/6/2017).

Ia mengatakan bahwa upaya meniadakan pendidikan agama tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Menurut dia, konteks pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada wartawan soal pendidikan agama merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

Dalam Permendikbud itu mengamanatkan sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai karakter utama religiositas atau keagamaan.

"Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan makin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler," katanya dikutip Antara.

Ari mengatakan bahwa Mendikbud mencontohkan penerapan penguatan pendidikan karakter telah dilakukan di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Siak.

Di kabupaten tersebut memberlakukan pola sekolah sampai pukul 12.00, lalu dilanjutkan dengan belajar agama bersama para ustaz. Siswa di Siak mendapatkan makan siang dengan dana yang diambil dari APBD. Kemudian, lanjut dia, Mendikbud menyampaikan pola yang diterapkan Kabupaten Pasuruan dengan siswa sekolah akan belajar agama di madrasah diniah.

Ia mengatakan bahwa pernyataan Mendikbud telah sesuai dengan Pasal 5 Ayat (6) dan Ayat (7) Permendikbud tentang Hari Sekolah yang mendorong penguatan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler.

"Termasuk di dalamnya kegiatan di madrasah diniah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, retreat, katekisasi, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya," katanya. [opinibangsa.id / htc]


[beritaislamterbaru.org]


Demikianlah Artikel Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama

Sekianlah artikel Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2017/06/klarifikasi-kemdikbud-soal-dihapusnya.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Klarifikasi Kemdikbud soal Dihapusnya Pelajaran Agama"

Posting Komentar