Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Artikel Kabar, Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian
link : Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Baca juga


Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Penulis : Dimaz Akbar
Senin 27 November 2017

Probolinggo,kraksaanonline.com - Sebagai upaya penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan bertajuk peningkatan mutu hasil tanaman hortikultura di Lava-lava Houstel and Resto Probolinggo, Selasa (26/8) kemarin Senin (27/11/2017).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari petani bawang merah, cabe dan mangga. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan umum penanganan pasca panen hortikultura dari Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo Handaka Murwanta dan penanganan pasca panen untuk komoditi bawang merah, cabe dan mangga oleh Hadi Feriyanto dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang, Kementerian Pertanian RI

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Holtikultura Fajar Rahadiyanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menambah wawasan petani hortikultura tentang metode penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian untuk peningkatan mutu hasil tanaman hortikultura di Kabupaten Probolinggo.

"Waktu panen raya dan hasil pertanian melimpah, maka petani tidak menjual dalam kondisi mentah. Tetapi bagaimana hasil pertanian tersebut diolah menjadi beberapa produk sehingga mempunyai alternatif pilihan untuk meningkatkan nilai jualnya, " katanya.

Menurut Fajar, banyak produk yang bisa dihasilkan dari komoditi bawang merah, cabe dan mangga. Dari beberapa produk yang dihasilkan tersebut tentunya akan lebih awet dari pada dijual dalam bentuk mentah.

"Paling tidak ada diversifikasi produk dari komoditi bawang merah, cabe dan mangga. Dari mangga bisa dibuat sirup, dodol, manisan dan lain sebagainya. Bahkan kulitnya juga dimanfaatkan untuk dibuat pektin. Kalau di luar negeri, malah lebih mahal pektin dari pada mangganya, " tegasnya.

Dengan adanya tambahan wawasan ini jelas Fajar, maka diharapkan petani hortikultura tidak bingung lagi saat panen raya. Karena petani sudah mempunyai alternatif produk dari hortikultura yang dapat ditawarkan kepada masyarakat. Sehingga tidak lagi dijual dalam kondisi mentah.

"Apabila komoditi seperti bawang merah, cabe dan mangga itu diolah menjadi beberapa produk, tentunya akan meningkatkan nilai jualnya. Dengan demikian akan berdampak kepada peningkatan pendapatan petani tanaman hortikultura sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya," pungkasnya.(maz)





Demikianlah Artikel Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

Sekianlah artikel Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2017/11/tangani-pasca-panen-dan-pengolahan.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tangani Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian"

Posting Komentar