Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs

Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs - Hallo sahabat Berita Wawancara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Berita Wawan cara, Artikel Fenomena, Artikel Indonesia, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Kabar, Artikel Muslim, Artikel Politik, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs
link : Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs

Baca juga


Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs

SURYA Online/Mohammad Rivai
Pelaku yang terkena peluru polisi saat dirawat di rumah sakit 

Beritaislamterbaru.org - Pembantai siswi MTs Alisa Hariyani (15) warga Jalan Merpati Gg. IV RT 02/RW 08 Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep, Madura, berhasil diungkap.
Pelakunya dua orang dan salah satunya bernama Didik Sugiyanto (20) warga Dusun Guwa RT 005 / RW 005, Desa Manding Timur Kecamatan Manding Kabupatan Sumenep.
Sedangkan satu terduga berinisial MA kini dalam pengejaran petugas.

Didik yang merupakan pelaku utama, akhirnya tewas terkena timah panas polisi sewaktu dikeler petugas untuk menunjukkan rumah tersangka lain dan hendak diminta menunjukkan barang bukti celurit yang dipakai menghabisi korban, berusaha kabur dan melawan petugas.
Timah panas yang menembus dada kirinya, mengakhiri jalan hidupnya dan tewas sewaktu dirawat di RSD dr H Moh Anwar, Sumenep.

“Pelaku ini terpaksa ditembak petugas karena berusaha melawan petugas ketika hendak kabur, sewaktu dikeler untuk menunjukkan barang bukti celurit dan rumah tersangka lain,” ujar Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora dalam jumpa pers, Sabtu (28/10/2017).
Dikatakan, sebelum pelaku ditembak mati petugas, pelaku mengakui perbuatannya mencacah tubuh korban Alisa Hariyanialias Lia.

Pelaku nekat karena ada dugaan cinta segitiga dan korban, pacar korban dan pelaku.
Bahkan pelaku mengaku dendam kepada korban dan pacarnya yang diketahui bernama Syukri, karena sesuai pengakuan pelaku, rumah pelaku kerapkali dijadikan tempat bercinta antara korban dan pacarnya.

Di samping itu kuat dugaan juga pelaku suka kepada korban, namun tidak bersambut baik oleh korban sehingga kemudian pelaku merencankan menghabisi korban dan pacarnya.

“ Korban Lia dan pacarnya, Syukri, memang menjadi target pembunuhan oleh pelaku. Tapi korban Lia yang targetnya tercapai,” jelasnya. Dijelaskan pula, modus operandi pembantaian Lia, dilakukan pada Sabtu malam lalu. Pelaku pura-pura mengajak jalan-jalan mengisi malam minggu ke suatu tempat di daerah Kecamatan Dasuk.

Waktu itu korban yang mengendarai sepeda motor lalu diajak naik motor dengan pelaku menyetir sedang korban bonceng. Namun ketika perjalanan sampai ke kawasan desa Mantajun, pelaku berhenti dan mengatakan masuk jalan buntu. Saat itu pelaku minta ganti yang nyetir ke korban sedang pelaku pura-pura akan bonceng.

“ Nah saat itulah, pelaku mengambil celurit yang diselipkan dibalik jaketnya. Tanpa ampun pelaku menyabetkan celurit ke kepala, wajah, perut dan tangan korban, hingga roboh bermandikan darah,” sambungnya.

Pelaku yang melihat korban penuh sayatan celurit dan roboh bermandikan darah, pelaku kabur dengan membawa lari sepeda motor korban meninggalkan korban yang sekarat di tengah tegalan Desa Mantajun.
Pelaku sempat ke kota Sumenep dan bahkan masih pesta miras. Hingga kemudian korban ditemukan warga Desa Mantajun dalam kondisi masih hidup.

Diduga karena masih hidup itu pelaku kebingungan dan bahkan malah menfitnah kalau pelaku pembunuhan adalah Aldi dan Hendra, sehingga kedua orang tersebut sempat diperiksa petugas.
“Namun bersamaan dengan itu petugas menemukan indikasi lain yang mengarah ke pelaku Didik. Pengejaran pelaku pun dilakukan hingga akhirnya terdeteksi pelaku kabur dan sembunyi di sebuah kamar kost di Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh Kabupatan Kota Tangerang, Banten. Sehingga kami berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” beber mantan Kasatintelkam Polrestabes Surabaya ini.

Pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polres Sumenep. Pada saat pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Sumenep, dan untuk mengungkap keterlibatan orang lain, polisi membawa pelaku ke tempat penyimpanan barang bukti celurit yang digunakan pelaku menghabisi korban dan menunjukkan pelaku lainnya, pelaku mencoba kabur dan melawan petugas yang hendak menangkapnya lagi.

"Dua kali tembakan peringatan dilakukan tapi tidak digubris, sehingga akhirnya tembakan berikutnya mengenai dada sebelah kiri dan pelaku jatuh. Pelaku pun segera dilarikan ke rumah sakit, tapi ternyata nyawanya tidak tertolong, meninggal dunia,” pungkasnya.
Pelaku yang meninggal dunia diserahkan ke keluarganya untuk dikebumilan. Polisi juga masih mengejar satu tersangka lagi berinisial MA, yang diduga punya andil pembunuhan korban Lia oleh pelaku Didik.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Beat, warna putih, tahun 2010, Nopol : M-4989-VV. Satu unit HP merk Strawberry warna hitam kombinasi merah dan satu buah flashdisk. (tribun)
[http://ift.tt/2mXzrhY]


Demikianlah Artikel Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs

Sekianlah artikel Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs dengan alamat link https://beritawawancara.blogspot.com/2017/10/pembantai-siswi-mts-tewas-ditembak.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembantai Siswi MTs Tewas Ditembak, Kronologi Pembantaian Siswi MTs"

Posting Komentar